3Rd Day: Proses Penerjemahan Manga / Komik

Sabtu, 13 Agustus 2018, Wah hari ini sanggup habis membaca hingga 15 chapter (≧▽≦) dan sedikit mencicipi skill membaca lebih meningkat dan lebih cepat, membuka kamus untuk cari kosakata dan kanji juga lebih sedikit kalau dibandingkan sebelumnya, berbagai menghafal kosakata dan kanji baru, manga Relife yang riizhu baca sudah di chapter 34. 大人目線 (otona mesen)= sudut pandang orang dewasa, kalau di animenya ini di episode berapa ya? gres muncul si Tamarai yang ahli di pelajaran olahraga dan dua sahabat cowoknya Inukai dan Asaji. Hishiro Chizuru(^_^;) riizhu paling suka sama sifatnya Hishiro-san, jadi ingat Sawako XD.

 Wah hari ini sanggup habis membaca hingga  3rd day: Proses Penerjemahan Manga / Komik
SS diambil dari aplikasi Comico

Hari ini kebanyakan cuma baca manga saja(^・^) gak banyak melaksanakan hal lainnya. Cuma sempat googling cari tau proses penerjemahan manganya dan karenanya nemu beberapa artikel salah satunya dari link blog https://hanifcahyono.com/2018/03/19/proses-penerjemahan-komik-jepang-2/ Wah ternyata pemilik blognya seorang penerjemah bahasa Jepang dan sudah menjadi penerjemah manga lebih dari 6 tahun (・o・) Uwaa, niscaya pengalamannya sudah banyak tuh, diblog itu saya mendapat gosip bagaimana proses penerjemahan manga yang dimulai dari dikirimnya salinan komik beserta komik aslinya ke kita sesudah menerima, sebelum mulai menerjemahkan kita kasih nomor dulu di komiknya, Eh iya riizhu juga pernah berkunjung ke blognya http://andinirizky.wordpress.com –kalau nggak salah– diblognya beliau ada bercerita bahwa ketika salinan komiknya dikirim tiap balon percakapan sudah diberi nomor oleh penerbit, wah kalau yang ini baik ya penerbitnya (^_^.) mengurangi kerjaan penerjemahnya hehe. Owh iya yang diberi nomor tentu saja bukan cuma balon percakapannya saja, tapi juga narasi dan dampak bunyi juga, wah saya masih sangat payah menerjemahkan dampak suara(T_T) harus mencar ilmu banyak nih, warna spidol untuk menomorinya biasanya berwarna merah, hmm mungkin biar lebih keliatan dan gak samar dengan warna hitam dan putih komik dan katanya rata-rata satu komik biasanya hingga 1500 nomor, waduh banyak juga ya?(ーー;) Hmm nampaknya itu satu buku ya (tankoubon) yang terdiri dari beberapa chapter. Setelah dikasih nomor proses selanjutnya barulah memulai menerjemahkan biasanya dilakukan di komputer dengan software MS Word atau semacamnya. Nah disinilah para penerjemah mulai “berperang” ya^^ dan tentu saja jangan hingga lupa membawa senjata adalah kamus, kamus kanji dan seperangkat tools pembantu lainnya biar sanggup menciptakan terjemahan kita lebih bagus. Setelah selesai mungkin sanggup beristirahat dulu ya hehe, katanya kita dikasih tenggat waktu sekitar 2 mingguan untuk menerjemahkan 1 buku komik. Sebelum mengirim kembali ke penerbit jangan lupa untuk di cek ulang hasil terjemahannya dan dari sini sebisa mungkin posisikan diri kita sebagai seorang pembaca awam dan perbaiki yang perlu diperbaiki biar hasil terjemahan kita sanggup terlihat natural dalam sudut pandang bahasa Indonesia, sesudah selesai gres dikirim kembali sebelum tenggat waktu yang ditentukan, sisanya urusan pak editor saja deh.

Hmm, agak seru-seru berat juga ya jadi seorang penerjemah komik itu(≧▽≦) seru karna jadi sanggup sambil baca komik, berat dan bikin pusing kalau dah nemu kosakata yang tidak kita mengerti dan resah mesti diterjemahkan dengan kata apa, apalagi kalau di kamus pun tidak ditemukan, kepaksa mesti googling sana sini mempelajari kosakatanya(=_=).

 Wah hari ini sanggup habis membaca hingga  3rd day: Proses Penerjemahan Manga / Komik
SS diambil dari Comico

Baca hari ke-4:

Baiklah setidaknya hari ini kita jadi sanggup tahu citra proses penerjemahan komik khususnya manga Jepang. Oke hari ini istirahat dulu hingga disini, hingga jumpa lagi hari esok, masih ada 27 hari lagi waktu untuk mencar ilmu dan meningkatkan skill dan juga pengetahuan dalam menerjemahkan manga (komik Jepang). de wa mata ashita ne, oyasumi m(_ _)m.
Sumber https://www.bahasajepangbersama.com