Denda Stnkb Mulai Dikenakan 2 Hari Sesudah Jatuh Tempo

Jangan lupa cek tanggal simpulan pembayaran STNKB / STNK daripada kena denda – Artikel ini saya buat menurut pengalaman pribadi ahad ini.

Kemarin hari Kamis, tepatnya tanggal 12 Mei 2016 saya bayar pajak tahunan motor Honda. Di STNKB (Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) harusnya, paling lambat bayar 8 Mei. Otomatis saya kena denda, dan kemarin harus membayar dendanya sebesar 67 ribu rupiah.

Jangan lupa cek tanggal simpulan pembayaran STNKB  Denda STNKB Mulai Dikenakan 2 Hari Setelah Jatuh Tempo

Kronologi alasan saya telat bayar sebab pagi harinya bapak saya tanya untuk bayar perpanjangan satu tahun masa berlaku STNK, terus saya cek, dan ternyata sudah melewati batas tanggal berlaku pembayaran. Bisa dibilang ‘kelupaan’. *alibi

Supaya anda tidak terkena denda pajak, maka itu mulai kini coba cek di STNK anda masing-masing mengenai tanggal pembayaran simpulan pajak 1 tahunan atau 5 tahunan kendaraan yang anda miliki sekarang.

Denda berlaku sesudah 2 hari masa simpulan pembayaran. Misal, tanggal 8 yakni simpulan bayar, berarti tanggal 10 sudah kena denda, tanggal 9 belum terdenda. Saya tau sebab baca di banner dan tanya pribadi sama petugas di kawasan pembayaran pajak.

Untuk cara penghitungan biaya akumulasi denda atau berapa persen bunganya, saya tidak tau dan belum tanya. Anda sanggup cari sendiri di situs-situs lain, tanya kerabat, atau petugasnya langsung. Karena di artikel ini saya hanya MENGINGATKAN kepada anda, biar tidak telat membayar surat pajak kendaraan bermotor, entah roda 2, roda 4, truk yang anda miliki.

Belum lagi jikalau tiba-tiba di jalan ada razia atau cegatan kendaraan bermotor. Pas polisi lihat STNK kita dan ternyata belum bayar pajak, bisa-bisa malah kena tilang. Mau protes atau ngeles juga tidak bisa, sebab itu juga kesalahan kita sendiri. Double deh persoalan kita.

Hmm.. Setelah saya pikir-pikir dan renungkan, ternyata tidak mengecewakan juga apabila uang denda tadi bukan untuk bayar denda, tapi untuk bayar keperluan lain, misal: beli pulsa, bensin, rokok, atau bayar keperluan-keperluan lainnya. Harap maklum dikala otak prihatin ini mulai bekerja.

Baca Juga:

Itu saja yang sanggup saya sampaikan atau informasikan. Maaf, hanya singkat. Semoga bermanfaat. Amin! Terimakasih telah mampir baca atau berkunjung. Akhir kata, salam \^o^/
Sumber http://www.ngeblogasyikk.id