Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Ilmu yang mempelajari  gempa disebut seismologi. Alat untuk mengukur kekuatan gempa namanya seismograf.
Charles F.Richter pada tahun 1935 menyebarkan skala kekuatan gempa. Angka pada  skalanya tidak ada batas bawahnya maupun atasnya. Gempa berkekuatan 1 skala Richter  akan mengguncang bumi dalam radius 100 km dari sentra gempa. Gempa berkekuatan 2 skala Richter akan mengguncang wilayah dalam radius 10 kalinya yaitu radius 1000 km, dan energi yang dilepaskan 32 kalinya, demikian seterusnya. Gempa berkekuatan 3,5 Skala Richter mulai terasa oleh manusia. Gempa berkekuatan di bawahnya hanya terdeteksi oleh seismograf. Gempa berkekuatan 12 skala Richter diperkirakan akan bisa membelah bumi menjadi dua! Namun kita tidak perlu khawatir. Kulit bumi hanya bisa menyimpan energi setara gempa berkekuatan 10 skala Richter. 
Bayangkanlah bumi ini ibarat telur rebus. Apabila kita kupas, bab kulit luar telur yang keras itu akan berupa lempengan. Lempeng tektonik agak ibarat dengan kulit telur yang keras itu. Lempeng tektonik merupakan lapisan paling luar dari permukaan bumi. Lempeng samudera berarti sebagian besar bentuk permukaannya berupa lautan. Lempeng benua berarti sebagian besar permukaannya berupa daratan. Ketebalannya, yang paling tipis 5 km, yaitu di tepi lempeng samudera. Lempeng yang paling tebal mencapai 75 km, yaitu di pegunungan. Di seluruh permukaan bumi, ada tujuh lempeng besar dan beberapa lempeng kecil. 
Lempeng ini bergerak sekitar 4-7 cm dalam setahun, dengan arah yang berbeda-beda. Ada yang saling bertabrakan, ada yang saling menjauh, ada yang saling bergesekan. Wilayah pertemuan antar lempeng biasanya berupa palung laut. Wilayah ibarat ini rawan gempa. Pada kawasan pertemuan lempeng tektonik, terjadi tekanan. Tekanan ini menyimpan energi. Gempa bumi terjadi bilamana energi yang tersimpan di dalam bumi, tiba-tiba dilepaskan. Energi ini bergerak ke permukaan bumi berupa gelombang gempa. Gelombang gempa ini menjalar keluar dari sentra gempa. Berbeda dengan musibah lainnya, gempa bumi sama sekali tidak didahului dengan tanda-tanda tertentu. Namun, lokasinya memang dapat diperkirakan yaitu di sekitar zona pertemuan lempeng tektonik. 
Bila sedang dalam ruangan saat terjadi gempa bumi, kita harus secepatnya ke luar ruangan.Anak-anak dan orang lanjut usia keluar terlebih dahulu. Ibu-ibu menyusul, dan terakhir para bapak dan remaja. Bila pintu keluar terlalu jauh, maka kita harus bersembunyi di kolong tempat tidur atau di kolong meja. Kepala kita tundukkan, kita lindungi dengan tangan. Bila sudah di luar, kita harus menjauh dari bangunan. Karena gempa bumi selalu diikuti dengan gempa susulan, maka kita tidak boleh mendekati bangunan hingga situasinya benar-benar aman. Apabila lokasi kita di akrab pantai, kita harus menjauhi pantai alasannya yakni ada kemungkinan 
terjadinya tsunami.