Komposisi, Susunan, dan Manfaat Atmosfer Bumi

Atmosfer berasal dari kata “atmos” yang artinya uap dan “sphaira”  yang artinya lapisan. Jadi, pengertian atmosfer yaitu lapisan udara  yang menyelubungi bumi. Ketebalan atmosfer mencapai ribuan  kilometer. Atmosfer merupakan campuran berupa gas, air, dan partikel  debu. Unsur utama atmosfer yaitu nitrogen dan oksigen.


Komposisi dan Susunan Atmosfer
Atmosfer dibagi menjadi empat lapisan. Keempat lapisan tersebut  adalah sebagai berikut:
a. Troposfer
Troposfer yaitu lapisan atmosfer yang paling rendah. Ketinggian  lapisan ini di banyak sekali tempat berbeda-beda. Lapisan ini bersinggungan  dengan permukaan bumi. Kandungan masa udara terbesar terdapat  pada lapisan ini. Fungsi dari lapisan troposfer yaitu sebagai penghantar  suara. Pada lapisan troposfer terdapat awan, debu, hujan, salju, dan uap  air. Lapisan udara troposfer memiliki gerakan memutar. Ketebalannya  untuk kawasan ekuator mencapai 15 km, di kawasan lintang kurang lebih  11 km, sedangkan di kawasan kutub mencapai 9 km.
Lapisan troposfer terbagi menjadi tiga, yaitu:
  1. Lapisan planetair dengan ketinggian 0 – 1 km.
  2. Lapisan konveksi dengan ketinggian antara 1 – 8 km.
  3. Lapisan tropopause dengan ketinggian antara 8 – 12 km.

b. Stratosfer
Stratosfer yaitu lapisan kedua dari atmosfer. Lapisan stratosfer  memiliki ketinggian sekitar 11 – 48 km. Pada bab bawah stratosfer,  temperatur udara lebih masbodoh dan mengandung butir-butir sulfat yang berfungsi membentuk hujan. Selain itu, di lapisan ini terdapat ozon (O3). Ozon meresap sebagian besar radiasi ultra violet sebelum mencapai  bumi. Ozon berfungsi melindungi makhluk hidup di bumi dari radiasi ultraviolet yang berbahaya.
Lapisan stratosfer dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
  1. Lapisan isoterm yang memiliki temperatur -50°C dan terletak  pada ketinggian 35 – 50 km.
  2. Lapisan ozonosfer yang memiliki temperatur yang berubah-ubah  antara -50°C dan 50°C terletak pada ketinggian 35 – 50 km. 
c. Mesosfer
Mesosfer yaitu lapisan udara di atas stratosfer. Batas antara  lapisan stratosfer dan mesosfer disebut lapisan stratopause. Lapisan  mesosfer memiliki ketinggian sekitar 48 – 80 km. Pada lapisan mesosfer kepadatan gas berkurang dan temperatur makin tinggi. Lapisan mesosfer merupakan tempat terbakarnya meteor atau benda dari luar angkasa  yang menuju bumi. Pada lapisan ini gelombang radio dipantulkan ke  bumi. Di atas lapisan mesosfer terdapat lapisan mesopause.

d. Ionosfer (Thermosfer)
Ionosfer merupakan lapisan tempat terjadinya ionisasi atom-atom  udara oleh radiasi sinar X dan sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh  radiasi sinar matahari. Lapisan ini memiliki ketinggian sekitar 80 – 482  km. Temperatur di lapisan ini sangat tinggi. Peristiwa penambahan atau  pengurangan elektron menghasilkan cahaya warna-warni. Cahaya ini  disebut aurora. Aurora dapat dilihat di kawasan Kutub Utara atau Kutub  Selatan. Selain keempat lapisan di atas masih ada lapisan udara di atas  ionosfer. Lapisan tersebut yaitu eksosfer. 
Eksosfer merupakan lapisan terluar dari atmosfer. Pengaruh  gaya berat pada lapisan ini sangat kecil sehingga benturan-benturan di  udara jarang terjadi. Lapisan eksosfer memiliki ketinggian 482 – 3.260  km. Lapisan ini sangat sedikit. Butiran-butiran gas pada lapisan ini  berangsur-angsur meloloskan diri ke angkasa luar sehingga lapisan ini  juga dinamakan dispasisfer.
Manfaat Atmosfer bagi Kehidupan di Bumi
Adapun manfaat atmosfer bagi pendukung utama kehidupan,  antara lain sebagai berikut:
  1. Menjaga semoga temperatur di bumi tetap hangat. Atmosfer menjaga semoga perbedaan temperatur pada siang hari dan malam hari tidak  terlalu jauh. Tanpa atmosfer, suhu pada malam hari akan sangat  dingin dan suhu pada siang hari akan sangat panas.
  2. Melindungi bumi dari jatuhnya benda-benda langit.
  3. Menahan radiasi matahari.
  4. Memantulkan gelombang.
  5. Menyediakan gas-gas yang penting bagi permukaan bumi.