Lucunya Aturan Indonesia | Kenapa Hanya Calo Ginjal Yang Dipenjara?

LUCUNYA HUKUM INDONESIA ‘Kenapa Hanya Calo Ginjal yang Dipenjara?’ – Saya hanya akan memberi kritik seputar aturan yang baru-baru ini santer terpublish di media-media, yaitu sanksi kepada Calo Ginjal.

Pada artikel ini saya tidak akan menunjukkan pengertian ginjal, calo, dan hukum, lantaran niscaya anda semua sudah tau.

Sebelumnya.
Coba anda pikir, dan kemudian jawab pertanyaan saya.

Kenapa calo ginjal dieksekusi dan masuk penjara?

Nggak sanggup jawab?

Ini beliau jawabannya:

Pelaku penjualan organ dan/atau jaringan badan ini diancam pidana sebagaimana diatur Pasal 192 UU 36/2009. Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memperjualbelikan organ atau jaringan badan dengan dalih apa pun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling usang 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Masih nggak paham ya? Intinya, siapa saja yang telah melanggar peraturan harus dihukum.

Mungkin anda ada yang bertanya:
Lha itu sudah ada hukumnya, terus apanya yang lucu? Jelas-jelas menyatakan bahwa jual beli organ dalam termasuk ginjal menyalahi aturan. Admin harus jeli dong buat artikel, masa iya mau buat-buat peraturan sendiri.

Ha..ha..ha

Admin malah lebih jeli melihat peraturan tersebut bukan menurut apa yang tertera melainkan dari logika dan nurani. Percuma dong, punya otak tapi nggak dipakai. Percuma dong, punya hati tapi nggak manusiawi.

Begini. Kita umpamakan saja bahwa bisnis ginjal diganti dengan bisnis sayuran.

Proses jual beli bisnis sayuran:

1. Petani sekaligus penjual – Pembeli sayur
atau,
2. Petani – Penjual di pasar – Pembeli sayur
atau,
3. Petani – Calo – Calo – Pembeli sayur
atau,
4. Petani – Calo – Calo – Penjual di pasar – Pembeli sayur

Masih belum paham?

Kalau saya tanyakan kepada anda, apakah menjalankan sebuah bisnis ialah kesalahan?
Salah, kalau menjual dan membeli barang haram. Benar kalau itu bukan barang haram.

Terus, barang haram itu apa?
Yang tidak halal, LOL, barang haram ialah barang yang menyalahi aturan yang berlaku sesuai dengan aturan agama dan negara.

Oke, itu benar. Tapi, kenapa hanya satu pihak yang disalahkan dalam proses jual beli ginjal?
Karena …….

Bingung? Sudah, nggak perlu terlalu dipikirkan. Tidak akan terjawab.

Nah, alasan tidak terjawab itulah yang menjadi landasan saya menciptakan postingan ini.

Kenapa hanya Calo nya saja yang kena hukuman? Pihak pembeli dan yang donor kenapa tidak dieksekusi juga, padahal mereka juga termasuk pelaku transaksi?

Padahal kita sudah tau bahwa proses jual beli sendiri terkait dengan adanya penjual dan pembeli. Sedangkan barang yang diperjualbelikan niscaya ada seseorang atau kelompok yang menyediakan sebagai pemasok.

Lalu, apakah peraturan tersebut perlu direvisi?
Jangan, itu sudah benar. Karena aturan penjualan dan pembelian organ badan juga telah disampaikan oleh ALLAH SWT dalam Al Quran. Jadi, kalau diadakan revisi nantinya hanya akan buang-buang duit. If You Know What I Mean. LOL

Yang benar ialah transplatasi ginjal harus dilakukan dengan ketersediaan ginjal yang ada.

Kalau tidak ada penyedia ginjal, wafat dong orang-orang yang butuh ginjal untuk tetap hidup?
Penyedia niscaya ada. Hanya kuotanya saja yang tidak sanggup menyamakan jumlah peminat.

Kok saya jadi berpikir kalau jual beli ginjal lebih baik diperbolehkan saja, bukan diharamkan?
Weh? Anda malah ibarat menjilat ludah sendiri? Tadi diatas bilang kalau haram, kini jadi nggak?

Sepertinya memang perlu merevisi aturan yang ada.
Wkwkwk. Sudah saya bilang bahwa itu sama saja dengan menyalahi aturan AGAMA. Berani sama ALLAH?

Tapi …
Nggak ada tapi-tapian. Mau masuk neraka?

Not Responding ….
LOL LOL LOL LOL

Itulah yang terkadang menciptakan banyak orang lupa untuk bersyukur. Pasti ada pesan tersirat dibalik itu semua. Kematian dan Kehidupan itu niscaya ada. Tapi, waktunya kapan untuk hidup dan mati bukan keputusan manusia. WAKTU = TIME not Process!

Pendonor menjual organ dalamnya lantaran alasan duduk kasus ekonomi, seperti: kemiskinan, hutang, dan lain-lain.

Kenapa tidak bekerja saja? Toh, dengan bekerja anda tidak akan miskin.

Sudah bekerja, sudah perjuangan tapi hutang masih banyak. Debt collector tiba terus menagih hutang. Katanya ingin membunuh dan menyita barang saya. Makanya saya terpaksa menjual ginjal sebagai sarana melunasi hutang-hutang saya.
Percayalah dengan adanya TUHAN. TUHAN tidak pernah bohong. Beribadahlah sesuai waktunya, jangan diulur-ulur. Kalau diulur-ulur, TUHAN juga akan mengulur-ulur waktu dalam membagikan rezeki NYA kepada anda.

Masih nggak lucu ya?

Ya sudah. silakan anda berangan-angan dan berpikir lagi. Nanti kalau sudah merasa lucu, silakan SHARE artikel ini biar teman-teman anda atau orang lain juga ikut baca, LOL.

Saya hanya akan memberi kritik seputar aturan yang gres Lucunya Hukum Indonesia | Kenapa Hanya Calo Ginjal yang Dipenjara?

INTI dari postingan ini adalah

  • Siapapun anda, entah itu penegak hukum, guru, orang tua, maupun seorang komandan, anda haruslah bersikap tegas, jangan hanya menyalahkan satu pihak. Tunjukkan bahwa anda ialah profesional. Satu salah, semua juga salah apabila mereka terperinci terbukti ikut terkait. Tidak ada akhir apabila tidak ada sebabnya. Tidak ada jual beli ginjal apabila tidak ada pemasok dan pembeli.
  • Bersyukurlah dengan apa yang anda miliki sekarang. Anda akan miskin apabila anda sendiri malas-malasan untuk mengejar atau mencari rezeki. TUHAN akan selalu melihat dan menilai perjuangan anda. Anda malas, TUHAN juga malas memberikannya kepada anda. Optimis, jangan pesimis.
  • Takut mati itu sah. Yang tidak sah apabila anda telah berpikir akan mati tapi tidak mau menambah pahala. Yang memilih anda mati hanyalah TUHAN, jangan sok tau!
  • Berpikirlah cerdas, lantaran itu akan selalu menguntungkan anda.

————-

Sekian bahasan pendapat saya hari ini, maaf apabila ada kekeliruan dalam penyampaian dan penulisan.
Jika ingin komplain, silakan menuju ke halaman kontak. Nanti akan saya hapus atau edit kembali.

Terimakasih telah berkunjung. Akhir kata, salam \^o^/
Sumber http://www.ngeblogasyikk.id