Pengertian Kebijakan Menurut para Ahli

Pengertian Kebijakan Menurut para Ahli | Kebijakan adalah suatu ucapan atau goresan pena yang menunjukkan petunjuk umum wacana penetapan ruang lingkup yang memberi batas dan arah umum kepada seseorang untuk bergerak. Secara etimologis, kebijakan ialah terjemahan dari kata policy. Kebijakan dapat juga berarti sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak. Kebijakan dapat berbentuk keputusan yang dipikirkan secara matang dan hati-hati oleh pengambil keputusan puncak dan bukan kegiatan-kegiatan berulang yang rutin dan terprogram atau terkait dengan aturan-aturan keputusan.
Pengertian Kebijakan Menurut para Ahli
Pengertian Kebijakan
Sering diperdebatkan apa perbedaan antara kebijakan dengan kebijaksanaan. Ini terjadi, alasannya ialah dua kata ini, kebijakan dan kebijaksanaan, sama-sama belum dibakukan ke dalam bahasa Indonesia. Dalam pengertian kedua kata ini masih belum disepakati penggunaannya. Namun, menurut Zaenuddin Kabai, kebijakan ialah formalisasi dari sebuah kebijaksanaan, mengingat seringnya kata kebijakan digunakan pada lingkungan-lingkungan formal (organisasi atau pemerintahan).
Menarik juga untuk memperhatikan pengertian kebijakan yang dikemukakan oleh beberapa mahir atau organisasi berikut ini:
  • Menurut  Lasswell (1970): kebijakan ialah sebagai suatu agenda pencapaian tujuan, nilai-nilai dan praktik-praktik yang terarah (a projected agenda of goals values and practices).
  • Menurut  Anderson (1979): kebijakan ialah serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu yang mesti diikuti dan dilakukan oleh para pelakunya untuk memecahkan suatu duduk perkara (a purposive corse of problem or matter of concern).
  • Menurut  Heclo (1977): kebijakan ialah cara bertindak yang sengaja dilaksanakan untuk menyelesaikan masalah-masalah.
  • Menurut  Eulau (1977): kebijakan ialah keputusan tetap, dicirikan oleh tindakan yang bersinambung dan berulang-ulang pada mereka yang membuat dan melakukan kebijakan.
  • Menurut  Amara Raksasa Taya (1976): kebijakan ialah suatu taktik atau taktik yang diarahkan untuk mencapai tujuan.
  • Menurut  Friedrik (1963): kebijakan ialah serangkaian tindakan yang diajukan seseorang, group, dan pemerintah dalam lingkungan tertentu dengan mencantumkan kendala-kendala yang dihadapi serta kesempatan yang memungkingkan pelaksanaan proposal tersebut dalam upaya mencapai tujuan.
  • Menurut  Budiardjo (1988): kebijakan ialah sekumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau kelompok politik dalam perjuangan memilih tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Menurut  Carter V. Good (1959): kebijakan ialah sebuah pertimbangan yang didasarkan atas suatu nilai dan beberapa penilaian terhadap faktor-faktor yang bersifat situasional, untuk mengoperasikan perencanaan yang bersifat umum dan menunjukkan bimbingan dalam pengambilan keputusan demi tercapainya tujuan.
  • Menurut  Indrafachrudi (1984): kebijakan ialah suatu ketentuan pokok yang menjadi dasar dan arah dalam melakukan kegiatan manajemen atau pengelolaan.
  • Menurut Carl Friedrich: Kebijakan ialah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan dalam lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu seraya mencari peluang-peluang untuk mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang diinginkan.
  • Menurut PBB: Kebijakan ialah suatu deklarasi mengenai dasar fatwa (untuk) bertindak, suatu arah tindakan tertentu, suatu agenda mengenai aktivitas-aktivitas tertentu atau suatu rencana.
  • Menurut KBBI: Kebijakan ialah rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis dan dasar rencana dalam pelaksanaan pekerjaan, kepemimpinan, serta cara bertindak (tetang perintah, organisasi, dan sebagainya).
  • Menurut Anderson: Kebijakan ialah suatu tindakan yang mempunyai tujuan yang dilakukan seseorang pelaku atau sejumlah pelaku untuk memecahkan suatu masalah.
  • Menurut Mustopadidjaja: Kebijakan ialah keputusan suatu organisasi yang dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan tertentu sebagai keputusan atau untuk mencapai tujuan tertentu, berisikan ketentuan-ketentuan yang dapat dijadikan fatwa perilaku dalam (1) pengambilan keputusan lebih lanjut, yang harus dilakukan baik kelompok sasaran ataupun (unit) organisasi pelaksana kebijakan, (2) penerapan atau pelaksanaan dari suatu kebijakan yang telah ditetapkan baik dalam kekerabatan dengan (unit) organisasi pelaksana maupun dengan kelompok sasaran yang dimaksudkan.

Sekian uraian wacana Pengertian Kebijakan Menurut para Ahli, agar bermanfaat.
 
Referensi:

  • Imron, Ali. 2002. Kebijaksanaan Pendidikan di Indonesia. Jakarta: PT Bumi Aksara.