Peringatan : Rokok Membunuhmu dan Membunuhku! Merokok = Bunuh Diri?

Saat ini banyak reklame iklan rokok di jalan raya yang menawarkan sesuatu yang berbeda.  Jika tadinya iklan rokok hanya mencantumkan pesan teks “Merokok dapat menjadikan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin” dikala ini bermetamorfosis gambar yang seram dan goresan pena teks “Peringatan : Rokok Membunuhmu 18+”.  Tetapi pertanyaannya adalah, apakah pesan gambar dan goresan pena tersebut akan efektif untuk membuat perokok berhenti merokok?

Jawabannya ialah TIDAK EFEKTIF!
Mengapa mampu demikian?  Karena para perokok ialah orang-orang yang ketergantungan / kecanduan zat nikotin yang terdapat pada asap rokok daun tembakau.  Orang yang telah mengalami kecanduan nikotin akan sangat sulit untuk berhenti merokok.  Jika berhenti merokok maka seorang perokok dapat mengalami sakaw ringan dengan gejala ibarat sakit kepala, rasa gelisah, depresi, verbal terasa asam, verbal terasa kering, tenggorokan terasa kering, batuk-batuk dan lain sebagainya.  Itulah mengapa para perokok sulit untuk berhenti merokok yang telah menjadi kebiasaannya sehari-hari.
Selain itu juga terdapat aneka macam perasaan palsu yang muncul dikala merokok yaitu ibarat merasa jantan, merasa cukup umur (bagi bawah umur dan remaja), merasa gaul, merasa andal (dari yang bukan perokok), merasa berani, merasa lebih cerdas, merasa akrab, dan lain sebagainya.  Berbagai pencitraan acara merokok yang ditanamkan pabrik rokok melalui kampanye iklan di aneka macam media massa telah berhasil membuat para perokok beranggapan bahwa perokok itu memiliki aneka macam kelebihan dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.
Perokok Tidak Takut dengan Bahaya Merokok
Karena para perokok lebih takut terhadap efek samping yang dirasakan ketika berhenti merokok daripada penyakit yang dapat diderita karena kebiasaan merokok, maka para perokok pun mengindahkan aneka macam peringatan ancaman merokok yang tersebar di mana-mana termasuk pada bungkus kemasan rokok.  Diberi uang satu trilyun rupiah saja seorang perokok berat belum tentu mau berhenti merokok secara permanen selama-lamanya, apalagi cuma diberikan peringatan ancaman merokok bagi kesehatan tubuh.  Walhasil para perokok pun tetap merokok baik yang renta maupun yang muda.
Rokok Membunuhmu dan Membunuhku Juga
Kebiasaan merokok tidak hanya dapat menjadikan dampak buruk kepada para perokok saja, namun juga kepada orang-orang yang ada di sekitar perokok pada dikala merokok.  Orang-orang yang tidak merokok justru lebih mudah untuk menangkap racun yang ada pada asap rokok dibandingkan dengan orang yang terbiasa menghisap rokok.  Sama ibarat perokok aktif, perokok pasif pun juga mampu mengalami maut akhir dari racun-racun yang terdapat di dalam asap rokok yang dihembuskan oleh perokok.  Tentu saja maut seorang perokok pasif tidak terjadi secara instan, namun melalui serangan penyakit yang sama dengan penyakit ganas yang dapat diidap oleh perokok aktif.  Oleh karena itu rokok tidak hanya membunuh perokok aktif, namun juga para perokok pasif.
Merokok Sama Dengan Bunuh Diri
Jika seseorang sudah tahu bahwa merokok dapat membuatnya terkena aneka macam penyakit berbahaya dan mampu meninggal dunia, maka kalau orang tersebut tetap merokok maka berarti orang tersebut sengaja membuat dirinya sendiri meninggal dunia lewat rokok.  Jika pemerintah tahu bahwa para perokok dapat mati karena rokok, maka pemerintah berarti ikut terlibat dalam proses maut para perokok karena merestui para perokok untuk terus merokok tanpa batas.
– Perokok Aktif : Bunuh Diri
– Perokok Pasif : Dibunuh Perokok Aktif
– Pemerintah : Merestui Terlaksananya Aktivitas Bunuh Diri dan Membunuh
Dari beberapa hal yang mampu disimpulkan di atas, maka sudah seharusnya pemerintah memberlakukan larangan penuh merokok pada semua orang yang ada di negara Indonesia tanpa terkecuali.  Masyarakat yang terkena imbasnya ibarat buruh pabrik rokok harus dibantu pemerintah untuk menerima pekerjaan pengganti dengan kesejahteraan yang lebih layak.  Jika tidak maka pemerintah berarti melaksanakan pembiaran terhadap maut warga negaranya.
Kesimpulan :  BERHENTILAH MEROKOK SAAT INI JUGA!