Seleksi Alam

Alam selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh bencana alam, keadaan suhu yang terlalu cuek atau panas, pergantian musim, dan sebagainya. Adanya perubahan kondisi alam tersebut menuntut makhluk hidup untuk melaksanakan adaptasi. Tidak semua makhluk hidup mempunyai kemampuan pembiasaan yang sama. Akibatnya, ada makhluk hidup yang dapat bertahan hidup, namun ada pula yang musnah karena tidak bisa bertahan hidup.

Selain dipengaruhi oleh perubahan alam, kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini juga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, parasit, pemangsa, wabah penyakit, dan sebagainya. Suatu jenis makhluk hidup akan selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga sering kali terjadi persaingan antarmakhluk hidup. Makhluk hidup yang berpengaruh akan menang dan bertahan, sedangkan mahluk hidup yang lemah akan kalah dan mati atau menyingkir ke daerah lain. Makhluk hidup yang menyingkir ke daerah yang gres tetap hidup, kalau bisa beradaptasi. Sebaliknya makhluk itu akan mati, kalau tidak bisa beradaptasi.
Uraian di atas menunjukkan gambaran bahwa alam seakan-akan melaksanakan seleksi terhadap makhluk hidup yang ada di dalamnya. Hanya makhluk hidup yang dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan gres yang dapat hidup, sedangkan yang tidak dapat menyesuaikan diri akan mati. Jadi, seleksi alam yaitu proses pemilihan atau penyeleksian yang dilakukan oleh alam terhadap makhluk hidup yang dapat menyesuaikan diri karena adanya perubahan-perubahan alam.
Seleksi alam juga terjadi pada setiap tahap kehidupan makhluk hidup, yaitu pada ketika makhluk hidup belum mencapai masa reproduksi (masih muda), pada ketika masa reproduksi (dalam mencari pasangan), atau pada masa pembuahan dan masa embrio. Dari banyak sekali kemungkinan tersebut, seleksi yang berlangsung sebelum reproduksi tampaknya yang paling mudah terjadi. Hal itu disebabkan karena dengan ketidakmampuan makhluk hidup melaksanakan reproduksi berarti tidak dapat mewariskan gen kepada keturunannya. Contoh makhluk hidup yang telah punah karena seleksi alam yaitu dinosaurus. Hewan tersebut telah punah sekitar 65 juta tahun yang lalu. Perubahan alam yang terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama menimbulkan makhluk tersebut tidak bisa menyesuaikan diri dan jadinya punah.
Sekitar 100 juta tahun yang lalu, konon pernah terjadi hujan meteor yang mematikan tumbuhan. Akibatnya semua hewan pemakan tumbuhan (herbivora) musnah dan yang bertahan hidup tinggallah hewan pemakan daging (karnivora) dan hewan pemakan segala (omnivora). Hewan-hewan yang masih hidup tersebut jadinya secara terus-menerus melaksanakan persaingan, dan dinosaurus yang menang yaitu kelompok pemakan daging. Namun pada jadinya semua dinosaurus tersebut musnah dan sampaumur ini kita hanya dapat mengamati fosilnya.
Punahnya beberapa jenis makhluk hidup juga terjadi di Indonesia, misalnya rino Jawa dan rino Sumatra. Punahnya kedua jenis rino itu sebagian besar dikarenakan hilangnya hutan dataran rendah dan perburuan. Pengobatan tradisional di Timur Jauh (daratan Cina) masih banyak yang menggunakan materi dasar cula badak, juga berperan terhadap kepunahan badak. 
Contoh lain peristiwa seleksi alam yaitu keadaan populasi kupu-kupu Biston betularia di Inggris sebelum revolusi industri dan setelah revolusi industri. Di Inggris ada dua macam Biston betularia, yaitu kupu-kupu bersayap cerah dan bersayap gelap. Sebelum terjadi revolusi industri, populasi kupu-kupu bersayap cerah lebih besar daripada kupu-kupu yang bersayap gelap. Adapun setelah terjadi revolusi industri, populasi kupu-kupu bersayap cerah lebih kecil daripada kupu-kupu yang bersayap gelap. Mengapa dapat terjadi demikian? Menurut dugaan, hal itu dapat terjadi karena sebelum revolusi industri lingkungan masih cerah, sehingga kupu-kupu bersayap cerah lebih adaptif dari pada kupu-kupu bersayap gelap. Sebaliknya, setelah revolusi industri keadaan lingkungan lebih gelap oleh jelaga. Akibatnya kupu-kupu bersayap gelap lebih adaptif terhadap lingkungannya sedangkan kupu-kupu bersayap cerah tidak adaptif sehingga lebih mudah ditangkap oleh predator.