Tahapan Perkembangan Manusia



1. Masa Bayi dan Anak-anak
Bayi yang gres lahir memiliki gerakan yang terbatas. Hal pertama yang dilakukan bayi sesaat setelah lahir yaitu mengikuti keadaan dengan lingkungan barunya dengan cara bernapas. Karena selama dalam kandungan, suplai oksigen berasal dari ibu. Sesaat setelah lahir, tangisan bayi yang mengikuti terputusnya tali sentra melatih paru-paru untuk mengembang dan memompa udara. Segera setelah lahir, bayi sudah memiliki gerak refleks, ibarat menguap, batuk, bersin, mengisap, dan menelan.

Setelah berumur 3 bulan, bayi mulai berguru bicara dan berguru mengenal orang dekat. Bayi mulai berguru mengenal orang aneh pada umur 6 bulan. Setengah tahun kemudian, bayi berguru duduk dan berputar, merangkak, serta bangun sambil berpegangan. Sampai akhirnya, bayi dapat bangun sendiri tanpa berpegangan. Pada umur antara 1 hingga 3 tahun, bayi berguru memusatkan minat dan perhatian terhadap benda-benda. Antara umur 3 hingga 6 tahun, bayi memiliki rasa ingin tahu yang sangat menonjol. Saat itu, anak sangat suka meniru, terutama memalsukan orang tuanya.

2. Menjelang Masa Remaja
Pada anak antara umur 6 hingga 11 tahun, semula terjadi pertumbuhan tubuh secara cepat, tapi kemudian berangsur-angsur melambat. Saat itu, anak mulai berbagi logika dan pengendalian diri. Jadi, rasa kebergantungannya kepada orang renta sudah menjadi berkurang. Anak-anak yang bersekolah, mulai menyukai komunitas barunya, yaitu guru sekolah dan teman-temannya. Pengertian dan kecerdasannya berkembang. Mereka mulai berguru sesuatu dengan kesadaran.

3. Masa Remaja
Masa remaja merupakan masa pertumbuhan yang cepat dan berpuncak pada kematangan alat reproduksi (seksual). Masa ini berakhir pada masa dewasa. Masa remaja merupakan masa pematangan. Masa remaja putri berlangsung antara umur 11 hingga 19 tahun, sedangkan pada anak laki-laki berlangsung antara umur 13 dan 21 tahun. 

Pertumbuhan bergantung pada pengeluaran hormon pituitari dan hormon adrenal serta hormon pada alat-alat kelamin. Pada masa ini, pertambahan tinggi tubuh sangat cepat karena memanjangnya kaki. Kemampuan hati, jantung, dan pembuluh darah bertambah dua kali lipat. Kekuatan fisik bertambah cepat, tetapi masih memerlukan koordinasi.
a. Remaja Putri
Saat mencapai usia belasan tahun, tubuh seorang gadis mulai tumbuh dan berubah sangat cepat. Hal itu disebut pubertas. Masa itu, seorang gadis menjelma seorang wanita muda. Sistem reproduksinya (perkembangbiakan) mulai bekerja. Saat itu, tubuhnya mulai siap bereproduksi dan mempunyai anak. Pubertas biasanya dimulai ketika gadis berusia 10 hingga 11 tahun, mungkin lebih awal atau lebih lambat. Perubahannya tidak diawali dengan waktu yang bersamaan. Hal itu bergantung dari pengaruh hormon kelamin (seks). Hormon seks tersebut mendorong peningkatan pertumbuhan, sehingga tinggi tubuh menjadi bertambah.

Selama pubertas, pertumbuhan dipercepat dan bentuk tubuh berubah. Ciri-ciri pubertas pada remaja putri, antara lain bentuk payudara berubah dan mulai berkembang, seluruh bentuk tubuh membulat, rambut ketiak mulai tumbuh, dan kelenjar keringat mulai bekerja. Pada dikala inilah terjadi perubahan pada uterus. Pada umur 11–14 tahun, remaja putri mulai mengalami menstruasi dan rambut di sekitar kelamin mulai tumbuh. Hormon kelamin membuat organ reproduksi mulai berfungsi, ovarium mulai melepaskan telur, dan menstruasi dimulai. Terjadinya menstruasi memperlihatkan seorang gadis telah mencapai masa pubertas. Pada dikala itu, sistem reproduksinya telah berfungsi normal. Menstruasi atau haid merupakan proses perdarahan secara terencana (setiap bulan) karena meluruhnya dinding uterus (endometrium) yang mengandung banyak pembuluh darah.

Perubahan pada organ kelamin merupakan ciri-ciri kelamin primer. Adapun perubahan pada bentuk tubuh, misalnya tubuh membulat, payudara, rambut kelamin dan ketiak mulai tumbuh, aktifnya kelenjar keringat, dan tumbuh infeksi merupakan ciri-ciri kelamin sekunder.

b. Remaja Laki-Laki
Ciri-ciri pubertas pada remaja laki-laki, antara lain berat badannya mulai naik dan tubuh bertambah lebih tinggi. Mulai dikala itu, anak laki-laki menjelma laki-laki muda. Sistem reproduksi mulai berfungsi sehingga siap untuk bereproduksi. Pubertas pada anak laki-laki dimulai pada usia 13 hingga 14 tahun, dapat terjadi lebih awal atau lebih lambat. Pubertas diawali dengan aktifnya hormon kelamin, terutama testoteron. Hormon itulah yang mempercepat pertumbuhan dan mulai mengaktifkan fungsi sistem reproduksi. Ciri-ciri kelamin primer ditunjukkan dengan mulainya testis memproduksi sel kelamin jantan (sperma). Selanjutnya, acara hormon ini juga menjadikan ciri-ciri kelamin sekunder.
Ciri-ciri kelamin sekunder pada laki-laki, antara lain:
– rambut di sekitar kelamin mulai tumbuh;
– bunyi membesar dan lebih berat karena memanjangnya laringdi tenggorokan;
– beberapa remaja laki-laki mulai tumbuh rambut di wajah dan badannya;
– rambut di ketiak mulai tumbuh dan kelenjar keringat mulaiaktif.

4. Orang Dewasa dan Lanjut Usia
Pada pertengahan dan final umur 20-an terjadi puncak kekuatan otot pada manusia. Antara umur 25 dan 30 tahun, tulang kepala berkembang ke arah kesempurnaan. Setelah itu, secara berangsur-angsur tulang bertambah kadar mineralnya dan berkurang seratnya sehingga tulang merapuh. Pada umur 40 tahun, terjadi kekisutan tulang rahang sehingga muka seseorang tampak berubah, ditambah dengan lepasnya gigi dari gusi. Kulit menjadi lebih tipis karena kehilangan jaringan elastis dan jaringan lemak. Saat itu, muncullah lipatan dan kerutan di kulit, rambut mulai memutih dan rontok, serta pertumbuhan kuku kaki melambat sehingga cenderung membesar dan buruk. Pada wanita, antara umur 39 hingga 50 terjadi menopause, yaitu berhentinya siklus menstruasi. Aktivitas alat reproduksi berakhir.

Kemampuan melahirkan anak terhenti. Hal itu disebabkan karena perubahan hormon. Setelah mencapai tahapan lanjut usia, keadaan tubuh insan mulai melemah. Kulit menjadi lebih keriput, rambut memutih, dan kemampuan organ-organ mulai lemah. Organ penglihatan mulai menurun kemampuannya karena daya fasilitas lensa mata berkurang dan organ reproduksi mulai menurun aktivitasnya.