Wanita-Wanita Penyelam Ahli Dari Timur Jauh

Negeri-negeri di ujung timur menyerupai Jepang dan Korea mempunyai bermacam-macam tradisi nan unik dan menakjubkan. Salah satunya ialah kedigdayaan para perempuan yang bekerja keras demi keluarga. Mereka bahkan rela mencari ikan menyelam ke maritim dalam tanpa peralatan apa pun. Ternyata tradisi ini sudah bertahan semenjak ribuan tahun.

Di Jepang, mereka disebut Ama (kata “ama” juga digunakan untuk penyelam laki-laki, namun yang membedakan penulisan aksara kanjinya). Para penyelam ini mencari ikan sampai kedalam 25 meter atau lebih di bawah maritim tanpa tangki oksigen atau alat bantu pernapasan lainnya.

 

smh.com.au
Konon ama sudah ada semenjak 2000 tahun lalu. Beberapa rujukan yang menyebut ihwal ama contohnya koleksi puisi Man’yoshu dari kala ke 8 dan buku Sei Shonagon’s dari kala ke 10. Ama juga pernah dimunculkan dalam film James Bond “You Only Live Twice” (1967).

Hingga tahun 1960-an, perempuan yang menjadi ama biasa berenang bertelanjang dada.  Pelindung badan hanya di bab perut ke bawah, yang disebut fundoshi. Seiring perubahan jaman, barulah mereka memakai pakaian yang lebih lengkap.

 

 en.wikipedia.org
 i-art-rachel.blogspot.com
Ada beberapa teori yang menimbulkan para perempuan tersebut menjadi penyelam maritim dalam. Kemungkinan di jaman dulu jumlah lelaki dan perempuan seimbang. Ketika kaum laki-laki menentukan pergi berlayar menjadi pelaut, para perempuan yang berdiam di rumah mencari ikan dengan cara menyelam. Akhirnya kebiasaan ini diteruskan dari generasi ke generasi.
Haenyo
 
Hampir serupa dengan Jepang, di Korea juga ada tradisi yang mirip. Kaum perempuan penyelam maritim dalam ini disebut Haenyo (arti: perempuan laut) dan banyak terdapat di propinsi Jeju.

 

skippingstarsproductions.wordpress.com
Menurut hikayat, sampai kala ke-19 menyelam untuk mencari ikan hanya dikerjakan oleh kaum pria. Tingginya pajak yang dikenakan oleh kerajaan menciptakan pekerjaan ini tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya para perempuan yang mengambil alih.

Uniknya, saat para perempuan pergi menyelam maka kaum laki-laki yang bertugas sebagai ‘bapak rumah tangga’ di rumah merawat anak. Bisa dibilang, kaum perempuan menjadi kepala rumah tangga. Pemandangan menyerupai ini sanggup dijumpai di Pulau Mara.
 

 odditycentral.com
Namun belakangan, berkembangnya industri di Korea semakin memangkas habis jumlah haenyo. Banyak perempuan yang bertumbuh sampaumur menentukan bekerja di pabrik atau pindah ke kota besar. Bila di tahun 1950 dilaporkan masih ada sekitar 30.000 penyelam wanita, sekarang data yang diambil tahun 2003 silam menyebut hanya tersisa sekitar 5.000-an penyelam. Bahkan 85% di antaranya sudah berusia di atas 50 tahun.

 

Sumber:
jpf
wikipedia


Sumber http://www.apakabardunia.com